.jpg)
Perumpamaan 2 buah biji. Yang satu dipilih bibitnya, lahan, penanaman dan cara perawatan yang baik agar tumbuh dan menghasilkan panen yang baik sedang yang lain adalah biji yang hanya kebetulan jatuh ketanah dan pertumbuhanyapun ditentukan oleh keberuntungan. Jelas tak perlu logika yang ndakik tuk memastikan mana yang akan tumbuh lebih baik dari kedua biji tersebut.
Meski dalam pertumbuhannya ada beberapa yang bertanya-tanya, termasuk aku sendiri, "buat apa biji itu ditanam? Apakah bisa menaungi dengan kerimbunannya? Adakah bisa menghasilkan panen pada saatnya nanti?" Namun...realitasnya, biji itu telah terlanjur ditanam bahkan tumbuh. Disisi lain, dengan melihat kenyataan..ada juga yang terkesan tak perduli (belum perduli?), "apakah ada biji atau tidak, ditanam ataukah tidak...who's care?" Namun...tetap saja biji itu telah ditanam bahkan diantaranya ada yang berusaha menyirami dan merawatnya.
Lalu...sisi lain dirikupun bertanya-tanya pula, "Apakah setiap tindakan harus ada tujuan? Tidakkah cukup bahwa memang seharusnya bibit itu ditanam, tanah sebagai lahan dan air untuk menyiraminya, tanpa perlu dilatarbelakangi tujuan?" Mungkin...hanya mungkin, dibelakang sana ada yang mengharap bahwa KOMUNITAS '88 butuh dan perlu misi ataupun visi. Namun bagiku...pada sisi lain diriku akan dengan sangat cepat menjawab TIDAK. Toh.....tanpa visi misi KOM'88 dah mulai tumbuh bahkan dah ada yang merasa teduh dibawah cabang2nya (Tuti, Y@s@, Eet, Ary, Fajar dll). Pula ada yang merasa bahagia ikut memiliki pohon itu (Miss Belia), aku sendiri bersyukur akhirnya ada yang mo pinjemi buku bahkan filem LASKAR PELANGI... so..apakah emang perlu visi misi? Bukankah lebih baik mengalir begitu saja? Toh akhirnya tentu sampai pada muara kan? Jadi..."benarkah kita perlu visi misi? Atau mungkin bisa disederhanakan..benarkah kita perlu mimpi & tujuan ?"
Meski dalam pertumbuhannya ada beberapa yang bertanya-tanya, termasuk aku sendiri, "buat apa biji itu ditanam? Apakah bisa menaungi dengan kerimbunannya? Adakah bisa menghasilkan panen pada saatnya nanti?" Namun...realitasnya, biji itu telah terlanjur ditanam bahkan tumbuh. Disisi lain, dengan melihat kenyataan..ada juga yang terkesan tak perduli (belum perduli?), "apakah ada biji atau tidak, ditanam ataukah tidak...who's care?" Namun...tetap saja biji itu telah ditanam bahkan diantaranya ada yang berusaha menyirami dan merawatnya.
Lalu...sisi lain dirikupun bertanya-tanya pula, "Apakah setiap tindakan harus ada tujuan? Tidakkah cukup bahwa memang seharusnya bibit itu ditanam, tanah sebagai lahan dan air untuk menyiraminya, tanpa perlu dilatarbelakangi tujuan?" Mungkin...hanya mungkin, dibelakang sana ada yang mengharap bahwa KOMUNITAS '88 butuh dan perlu misi ataupun visi. Namun bagiku...pada sisi lain diriku akan dengan sangat cepat menjawab TIDAK. Toh.....tanpa visi misi KOM'88 dah mulai tumbuh bahkan dah ada yang merasa teduh dibawah cabang2nya (Tuti, Y@s@, Eet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar