Ketika kita mengalami suatu keadaan yang menjadikan “kemerdekaan (hati dan fisik )” tiba-tiba hilang, terbersit pertanyaan yang berkecamuk di dalam sanubari kita Adakah orang yang mengalami hal ini masih merasa Hidup?
Aku mengalaminya… nyata dan terjadi kawan, ketika “Kemerdekaan (hati dan fisik )” itu tiba-tiba terampas hilang dan tidak berdaya itu datang justru pada saat itulah aku merasa “HIDUP “.
Sungguh luar biasa menurutku, karena dalam keadaan yang “sempit” aku malah merasakan begitu “luas” nya aku bisa belajar tentang HIDUP dan KEHIDUPAN yang paling hakiki menurutku : marah sekaligus bersahabat dengan Tuhan, kekuatan cinta, pertemanan, menyayangi orang dengan ikhlas dan sepenuh hati, begitu dekat bahkan sering menjadi saksi atas kerasnya perjuangan dengan dalih yang sahih sekedar untuk bertahan hidup.., “angkaramurka “,semua itu tidak pernah nampak begitu bening dan jernih ketika kita merasa masih “lapang”, namun terlihat begitu nyata begitu dekat sangat dekat nyaris tanpa sekat pembatas dan begitu menyatu dalam “sempit”nya ruang gerak.
Akhirnya….. aku merasa memetik indahnya “hikmah” dalam jernihnya “tafakur hati” yang barangkali bagi orang lain jangankan membayangkan bahkan bermimpi pun akan takut karena memang terasa begitu gelap.. hitam… bahkan kelam sekalipun…. namun itu nyata dan terjadi…,dan aku justru merasa bersyukur bahwa setidaknya aku pernah “sekolah” disana yang harus kubayar mahal melebihi harga materi apapun yang termahal di dunia ini hehehe…
Apapun cerita hidup kita di masa lalu, yang pernah kita lalui bukanlah sesuatu yang na’if kalau kita syukuri…. sesungguhnya rangkaian “ perjalanan hidup” itu yang menjadikan kita menjadi seperti saat ini adalah mozaik-mozaik masa lalu yang niscaya dan tidak mungkin kita menghapus keniscayaan ini. Sekalipun rangkaian mozaik-mozaik itu bukan lagi mesti tersusun dari rangkain pecahan berlian dan mutiara karena “beling-beling” tak berguna pun kadang ikut membentuk rangkaian “lukisan hidup” kita namun sungguh tidak akan mengurangi indahnya “seni hidup” kita…..
Kalau aku boleh berbagi kawan….. jangan pernah khawatir dengan hidup… karena kita ini masing-masing sudah punya “peran” yang harus kita mainkan tinggal kita bisa tidak menjalani “peran” kita secara utuh dan total agar di akhir hembusan nafas kita ketika kita tidak lagi mampu menjalani hidup kita dapat meraih predikat “pemeran terbaik” setidaknya kita menjadi nominasi dalam “festival peran yang surgawi”…. (untuk sahabatku yang sekarang sedang terkena penyakit takut.. )
Aku mengalaminya… nyata dan terjadi kawan, ketika “Kemerdekaan (hati dan fisik )” itu tiba-tiba terampas hilang dan tidak berdaya itu datang justru pada saat itulah aku merasa “HIDUP “.
Sungguh luar biasa menurutku, karena dalam keadaan yang “sempit” aku malah merasakan begitu “luas” nya aku bisa belajar tentang HIDUP dan KEHIDUPAN yang paling hakiki menurutku : marah sekaligus bersahabat dengan Tuhan, kekuatan cinta, pertemanan, menyayangi orang dengan ikhlas dan sepenuh hati, begitu dekat bahkan sering menjadi saksi atas kerasnya perjuangan dengan dalih yang sahih sekedar untuk bertahan hidup.., “angkaramurka “,semua itu tidak pernah nampak begitu bening dan jernih ketika kita merasa masih “lapang”, namun terlihat begitu nyata begitu dekat sangat dekat nyaris tanpa sekat pembatas dan begitu menyatu dalam “sempit”nya ruang gerak.
Akhirnya….. aku merasa memetik indahnya “hikmah” dalam jernihnya “tafakur hati” yang barangkali bagi orang lain jangankan membayangkan bahkan bermimpi pun akan takut karena memang terasa begitu gelap.. hitam… bahkan kelam sekalipun…. namun itu nyata dan terjadi…,dan aku justru merasa bersyukur bahwa setidaknya aku pernah “sekolah” disana yang harus kubayar mahal melebihi harga materi apapun yang termahal di dunia ini hehehe…
Apapun cerita hidup kita di masa lalu, yang pernah kita lalui bukanlah sesuatu yang na’if kalau kita syukuri…. sesungguhnya rangkaian “ perjalanan hidup” itu yang menjadikan kita menjadi seperti saat ini adalah mozaik-mozaik masa lalu yang niscaya dan tidak mungkin kita menghapus keniscayaan ini. Sekalipun rangkaian mozaik-mozaik itu bukan lagi mesti tersusun dari rangkain pecahan berlian dan mutiara karena “beling-beling” tak berguna pun kadang ikut membentuk rangkaian “lukisan hidup” kita namun sungguh tidak akan mengurangi indahnya “seni hidup” kita…..
Kalau aku boleh berbagi kawan….. jangan pernah khawatir dengan hidup… karena kita ini masing-masing sudah punya “peran” yang harus kita mainkan tinggal kita bisa tidak menjalani “peran” kita secara utuh dan total agar di akhir hembusan nafas kita ketika kita tidak lagi mampu menjalani hidup kita dapat meraih predikat “pemeran terbaik” setidaknya kita menjadi nominasi dalam “festival peran yang surgawi”…. (untuk sahabatku yang sekarang sedang terkena penyakit takut.. )
I Love my life…
AS
2 komentar:
the secret of mind yang tulisan nya beratus lembar, ternyata intinya hanya " positif thinking " dan itu telah kau buktikan sendiri kemujaraban nya kan...???
salut untuk mu....
Ya...mang intinya hanya positive thinking, tapi tentu suatu hal yang bukan main ketika yang "Sekilas" tu bisa merubah "kehidupan" kan?
Tapi apapun itu...MERDEKA!!! (nyilih deke Y@S@). he.he.
Posting Komentar