Baca crita si anonim ("Monyet Itu Bertutur Tentang Pisang yang Tidak Pernah Didapatnya") ttg kisah cimon-nya bikin anganku melayang ke angka 20 thn lalu. Anonim siapapun kamu, kamu gak sendiri.Aku jg punya diary hati yg tak pernah tertulis bahkan lewat tinta sesungguhnya sekalipun. Apalagi terucap lewat kata. O tentu saja daku tak punya keberanian. Memandang si dia dari jauh pun sudah sedemikian membuat badan dan kakiku gemetar.
Lugunya kita saat itu.. Apalagi kalo tanpa sengaja bisa duduk deketan, rasanya badan ini tak berpijak di bumi. Rasa cinta pertama yg bikin hati kalang kabut. Gak harus jd pacar, gak harus memiliki. Bisa merasakan sensasi deg-degan bagiku sudah cukup saat itu. Sama dgnmu Anonim, sekian puluh tahun aku ingin mendengar kabar "si mata elang". Dan sama saja bagiku spt dulu, hanya mendengar kabarnya saja. Karena Allah SWT juga telah menggantinya dengan "si mata teduh" yg telah menemani hari-hariku. Ternyata ungkapan cinta tak harus memiliki sekali lagi terbukti. Sering aku tersenyum geli bila ingat masa2 itu. Smoga si mata elang itu tetap dalam lindungan-Nya dan bahagia.
NN
Lugunya kita saat itu.. Apalagi kalo tanpa sengaja bisa duduk deketan, rasanya badan ini tak berpijak di bumi. Rasa cinta pertama yg bikin hati kalang kabut. Gak harus jd pacar, gak harus memiliki. Bisa merasakan sensasi deg-degan bagiku sudah cukup saat itu. Sama dgnmu Anonim, sekian puluh tahun aku ingin mendengar kabar "si mata elang". Dan sama saja bagiku spt dulu, hanya mendengar kabarnya saja. Karena Allah SWT juga telah menggantinya dengan "si mata teduh" yg telah menemani hari-hariku. Ternyata ungkapan cinta tak harus memiliki sekali lagi terbukti. Sering aku tersenyum geli bila ingat masa2 itu. Smoga si mata elang itu tetap dalam lindungan-Nya dan bahagia.
NN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar