Waduh tidak nyadar neh ternyata aku menjadi bagian dari “monyet “ itu juga ya hehe… tapi its ok lah biar aja karena memang itu sebuah “keniscayaan” jadi tidak usah tersinggung apalagi terhina kalo ada yang juga merasa bagian dari “monyet” yang dimaksud itu…
Sungguh meskipun menjadi “monyet” tidak bisa dinafikan saat itu saat dimana kita masih menginjak masa remaja yang penuh dengan loncatan-loncatan gejolak yang “labil” karena memang kita sedang mencari identitas kita, jati diri kita, namun aku pribadi sangat menikmatinya karena banyak hal yang kudapat disana…. Kadang aku sering bertanya-tanya dimanakah “dia” kini berada, karena “dia” telah mengguratkan torehan kenangan yang luar biasa manis melebihi apapun yang termanis di dunia ini…..
Meskipun harus kuakui aku telah menjadi “monyet” yang tak pernah mendapatkan “pisang dambaannya” sejak dari SMP, terus.. terus... terus…. dan terus tumbuh hingga SMA bahkan terus bersemi sampai di kampus….. pun demikian “monyet” itu tidak pernah berhasil mendapatkan “pisang” itu. Tapi tidak mengapa karena “monyet” itu pun akhirnya telah mendapatkan “pisang” yang lain, dan telah pula dikaruniakannya 2 “mutiara” nan jelita, tapi boleh dong kalo “monyet” itu bertutur untuk sekedar bernostalgia mengenang masa-masa “monyet” yang penuh warna-warni, penuh cerita-cerita indah bak tulisan pujangga……
Atas nama “cinta monyet” nan indah penuh warna. Bravo Komunitas’88
Salam.
Anonim
Sungguh meskipun menjadi “monyet” tidak bisa dinafikan saat itu saat dimana kita masih menginjak masa remaja yang penuh dengan loncatan-loncatan gejolak yang “labil” karena memang kita sedang mencari identitas kita, jati diri kita, namun aku pribadi sangat menikmatinya karena banyak hal yang kudapat disana…. Kadang aku sering bertanya-tanya dimanakah “dia” kini berada, karena “dia” telah mengguratkan torehan kenangan yang luar biasa manis melebihi apapun yang termanis di dunia ini…..
Meskipun harus kuakui aku telah menjadi “monyet” yang tak pernah mendapatkan “pisang dambaannya” sejak dari SMP, terus.. terus... terus…. dan terus tumbuh hingga SMA bahkan terus bersemi sampai di kampus….. pun demikian “monyet” itu tidak pernah berhasil mendapatkan “pisang” itu. Tapi tidak mengapa karena “monyet” itu pun akhirnya telah mendapatkan “pisang” yang lain, dan telah pula dikaruniakannya 2 “mutiara” nan jelita, tapi boleh dong kalo “monyet” itu bertutur untuk sekedar bernostalgia mengenang masa-masa “monyet” yang penuh warna-warni, penuh cerita-cerita indah bak tulisan pujangga……
Atas nama “cinta monyet” nan indah penuh warna. Bravo Komunitas’88
Salam.
Anonim
1 komentar:
Ha.ha.ha...
Nih monyet beneran pa? Klo ya..kciaaaaan. Mungkin Kooffan Cs. bisa bantuin cari tuh pisangnya? Sukur2 alamat emailnya? Selamat..anda jujur sebagai monyet!!!
Aristri...
Posting Komentar