
Aku yang dulu paling cilik, itu tuh... yang pernah jadi putri kebaya pas hari kartini, dan sempat mendapuk jadi dancer SMP 1, tapi sekarang paling se hohoah. Tapi gak papa, big is beautiful, setidaknya dihadapan seorang je-Djaka. Alkhamdulillah, niat ingsung sekolah di sekolah seni, malah terjerumus ke dunia persekolahan, dan mulang kesenian. Sing diwulang adalah para jejaka yang selera seninya babar blas pating sethekar, alias seni jubras menjubras. Tapi, dengan
sedikit sentuhan dan senyuman dan ge(r)takan, bisa muncul juga naluri seninya.
sedikit sentuhan dan senyuman dan ge(r)takan, bisa muncul juga naluri seninya.
Tapi ya itu, gara-gara keseringen mengurusi seni, bakat menulis (daftar belanja dan puisi) malah jadi sedikit terbengkalai. Wal hasil, minta tolong seekor sonic untuk mengawali ilham ide tulisan ini. Sonic itu anak yang dipungut SMP 1 tahun 1988.
Setelah ada reuni, syukur walhamdulillah, dan juga sering kembul dengan kanca-kanca lawas ( oh kok kaya bank saja, ada kantor cabang ), muncullah gairah hidup yang lebih berarti. Ada teman yang bisa aku bagi dan diminta membagi apapun, kecuali mungkin... suami kali ye.
Yang pasti, jadi bisa ber-gendhu-gendhu rasa, termasuk di blog ini. Bisa get out dari rutinitas yang menjelehkan. Paling tidak, rasa kangen pada teman-teman bisa terpuaskan, apalagi ada bonus informasi. Pokoknya blog ini membuat hasrat paseduluran mencapai orgasme !!!!. Ini sekelumit tentang dunia yang sedang aku jalani, jadi Guru. Tapi bukan guru , diktator lho, jual diktat beli motor.
KANG GURU MUL
DIGUGU LAN DITIRU
Ini Idealnya seorang guru. Apapun yang dikatakannya, kudunya harus bisa digugu (jw: dipercaya dan berdasar). Semua tindak tanduknya mestinya juga harus bisa ditiru. Kalau ada yang ngode atau kodeannya dekat dengan komplek Taman Siswa, pastinya ingat wejangan dan welingan mbah Hajar (Ki Hajar Dewantoro) yaitu seorang guru harus bisa:ING NGARSA SUNG TULADHA (mampu menjadi teladan di hadapan para peserta didik), ING MADYA MANGUN KARSA ( mampu menjadi motivator ), dan TUT WURI HANDAYANI (mampu memberi support positif). Tapi lucunya, di sekolahan Taman Siswa, pasti patung Ki Hajar Dewantara pake kacamata bolong.... :) Gimana kalau guru Taman Siswa ada yang idol nge-fans
sama Jhony Iskandar?
BEBAN MENTAL
Idealisme tadi tak jarang justru jadi beban mental bagi penyandangnya. Seorang guru sering dijadikan rujukan di lingkungannya,dan karena itu seorang yang digugu dan ditiru seolah orang yang tidak boleh salah. Ya memang begitulah idealnya seorang guru. Kalau belum bisa seperti itu, ya jadi tukang mulang saja. Em... disingkat apa ya? oh.. disingkat KANG MUL saja. Ya... tapi itu pun masih beresiko. Nek jadi tukang mulang, tapi tidak bisa nglakoni alias tidak konsekuen, nanti di bubur abang oleh masyarakat. Yang tadinya bernama Ahmad, jadi Ahmad Djarkoni. Bisa ngajar tidak bisa nglakoni. Lebih parah lagi nek bisane mung ngeloni.
YA EMANG GITU
Nyatanya... seberapa banyak si guru yang patut dianggap guru. Muridku bilang, ini guru atau diktator alias tukang jual diktat untuk beli motor. Coba saja, biar kata gaji sudah digedein, pasti masih ngobjek jual LKS, dan alasan sebenarnya bukan karena dagang atau ngobyek, tapi awang-awangen mengkaryakan ilmunya ke dalam bentuk bahan ajar. Jadi jual LKS adalah langkah MAYAR. Wadhuh... kalau guru eh.. KANG MUL ikutan sertifikasi,... apakah akan memberi perubahan yang signifikan pada pendidikan? Yang aku tahu, pendidikan itu bukan sekedar pengajaran.
SO...
Sertifikasi itu buat tambahan doku, atau... yang pasti ya dapat sertifikat. Sukur-sukur sertifikatnya bisa sekolah di BPD. :) buat modal dandan rumah atau beli gelar S2.
Ya... buat kanca n batir yang jadi guru,... gak perlu tersinggung. Wong ini Cuma sekelumit kenyataan yang daku rasakan. Pastinya seorang guru, seburuk apapun masih bisa memiliki kebaikan dari sudut pandang lain.
Buat yang minder, bersyukurlah. Masih ada yang mungkin menurut sampeyan sudah bangga, ternyata... masih minder juga. Jadi... apakah mau balapan minder? Ya dunia cepat kiamat. Yang pasti... bersyukurlah mulai 1 desember nanti BBM turun Gopek. Lumayan, bisa buat kerokan. Yang diminderi, alias yang sudah jadi orang,.... bantulah peminder ini untuk jadi orang juga. Seandainya tidak berkenan... ya daku doakan mudah-mudahan tidak jadi orang-orangan sawah. KOMUNITAS 88 GUYUB... GAYENG...... GUMREGAH.
Ini dulu buat tamba kangen.... pokoke... masih bersambuuuuuuuuuuuunggggg terus............. klilan.
SS
1 komentar:
sing kiye nyong kelalen temenan sapa jenenge...(tya nggayam)
Posting Komentar