Senin, 29 Desember 2008

Apa Kabar Diri Kita......???

"Hallo apa kabar?"
"Kabar baik, alhamdulillah".
"Kalo teman kita yang tinggal di Yogya dan Semarang apa kabarnya ya ?"
"Baik juga.Mereka pada kangen tuh katanya". Bla.....bla.....


Rasanya percakapan kayak gitu udah pasti gak asing di telinga kita kan?. Di jalan, di kantor, di lingkungan rumah sampe ibu-ibu arisan. Apalagi kalo kita lagi nelpon atawa sms. Standar banget. Tapi gak bisa dibilang basi karena itu kunci silaturahmi. Dan soal silaturahmi, aku tentu aja setuju sekali. Karena dengan bertanya kabar kadang hubungan yang beku bisa cair kembali.

Tapi teman, ada satu sisi yang sering bahkan gak pernah kita sadari dari kita kecil sampe kita udah kepala 3 begini. Sisi yang selalu terabaikan karena kita sering terlalu sibuk dengan orang lain. Pernah gak sih teman-teman bertanya pada diri kita sendiri? Sekali aja dalam hidup ini. Mungkin orang-orang pasti bertanya (sambil mengernyitkan dahi),
"Aneh banget, nanya kok ama diri sendiri?? Kayak kagak ada kerjaan aja. Buang-buang waktu gitu loh. Malah ntar dikira orang gila lagi". He...he.... Tapi coba deh. Mulai dari detik kita akan beranjak tidur atau ketika akan mengakhiri aktifitas satu hari..Duduk sebentar atau sambil rebahan juga boleh (tapi gak boleh tengkurap lho. Ntar malah sesak napas...He...he...). Kita tanya dengan hati-hati pada diri kita, tapi ingat jangan keras-keras. Ntar jadinya ganggu "teman tidur kita" atau salah-salah malah ganggu tetangga. Cukup dalam hati. "Apa kabar wahai diriku?". Niscaya temen-teman akan dapatkan jawaban yang tidak akan pernah singkat. Jawaban-jawaban yang tak terduga. Jawaban-jawaban yang paling jujur karena dia langsung dari lubuk hati terdalam. Jawaban-jawaban yang sungguh akan membuat mata dan hati kita terbuka selebar-lebarnya. Betapa terabaikannya diri kita sesungguhnya. Betapa kita sibuk dengan memperbaiki fisik luar kita dan orang-orang sekitar.

Usia kita udah jelas kepala tiga, bahkan beberapa tahun lagi jadi kepala empat. Apa kita masih mau jalan di tempat dengan tak pernah sekalipun bertanya pada diri????. Apakah diri kita baik-baik saja? Adakah kita telah berbuat kebaikan untuk bekal nanti? Apakah tak ada orang yang tersakiti oleh ucapan kita?. Adakah janji pada orang lain yang belum juga kita tunaikan?. Semua jawaban yang bakal muncul tentu berbeda pada tiap orang. Aku sama sekali gak mengajak teman-teman untuk melamun. Tapi menggali kejujuran itu di lubuk hati. Dan ketika aku coba bertanya pada diriku sendiri, sungguh.....betapa akhirnya air mata ini meleleh tak henti di pipi. Air mata kejujuran yang tidak tergantung pada dia perempuan atau laki-laki. Teman, kita harus mulai adil pada diri sendiri. Karena pasti rasanya lebih indah dan hakiki. Kalau ternyata diri kita sedang tidak baik-baik saja kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi setiap hari. So, tunggu apa lagi???.




Dengan penuh cinta dan sayang untuk teman-teman semua.

----by Tuti------

Tidak ada komentar: