Senin, 02 Februari 2009

Menggarisbawahi


Alunan suara takbir yang dikumandangkan oleh bibir Mbah Sholehan yang njebir, sambil diiringi suara bedug bertalu-talu yang dipukul oleh tangan geringe si Opik, seolah masih terngiang jelas ditelingaku. Bau anyir amis darah yang keluar dari kerongkongan sapi yang disembelih oleh Lik Mukhlas, seolah masih menusuk tajam dihidungku. Dan guratan tangan kasar Mbok Sastro saat bersalaman waktu menerima bagian daging korban yang aku bagikan seolah masih terasa hangat di telapak tanganku. Ada perasaan haru dan juga bangga saat kita bisa berbagi dengan sesama.
Sayang sekali, sebuah moment yang indah terlewatkan begitu saja oleh KOMUNITAS kita. Padahal aku sangat berharap bisa menikmati moment indah Idul Adha ini bersama-sama dengan seluruh anggota Komunitas (walaupun tidak terlibat secara langsung tentunya). Tapi...tak enten-enteni, terus aku maca tulisan sing pada mlebu nang Blog, DENENG KOH PADA AMLENG-AMLENG BAE YA? Deneng ora ana sing nulis : "Hai temen-temen, meh Idul Adha geh, komunitase  dewek pada urunan yuh...rasah akeh-akeh, 20 ribuan atau 25 ribuan ataupiranan lah, trus nggo tuku wedhus, nggo disumbangaken maring desa antah berantah, apa desa ngendilah, sebagai bentuk kepedulian sosial Komunitas kita dan juga menunjukkan bahwa Komunitas kita ini ada dan nyata didunia fana, bukan cuma ada didunia maya...walah..."
Sorry Bro...bukannya aku mau sok-sokan dan mengajari kalian semua. Tapi nyatane pancen ora nan sing nulis kaya kuwe kan? Paling ora nulis ajakan untuk berkorban bersamalah. Padahal Komunitas kita adalah sebuah Komunitas yang lengkap..kap..kap..kap lho. Sing sugih...akeh, sing pinter ya akeh...sing alim ya akeh...sing biasa-biasa bae ya pirang-pirang...Sing mbejud dan mbejujag ya ana...tetapi justru dengan berragamnya anggota Komunitas ini, akan semakin memperkaya pergaulan dan wawasan kita kan ?
Sekali lagi...sorry Pren...aku nulis begini justru menggarisbawahi tulisan teman-teman yang sudah pada masuk. Mau kemana komunitas kita? Buat apa komunitas kita? Nah...kegiatan seperti ini mungkin sebagai salah satu jawabannya. Kita kumpul di Blog ini bukan cuma mau mengenang si mata elang yang keranjang, mau mengenang si cinta monyet dan beruknya atau cuma mau mengenang si genderuwo telanjang dibelakang sekolah kita. Bukan cuma itu aja kan?
Sekali lagi ...aja gela ya Sob...ini cuma usulan lho. Kapan lagi kita bisa kumpul kalo tidak ada moment yang tepat seperti ini, iya mbok? Ora kumpul wonge ya kumpul duwitelah, toh untuk kegiatan yang bersifat positif. Cuma sayange, jan sayang banget, moment itu sudah terlewatkan begitu saja oleh Komunitas88. Padahal aku sudah berupaya menghubungi si Aris Triwisyono lho, supaya dia nulis hal ini di Blog. Tapi pancen dasar munthul gajud, kebeneran si Triwis dihubungi ya angel banget. Ya udah...akhirnya lewat deh...tapi ndak apa-apalah, masih banyak moment-moment indah yang bisa kita lewati bersama.
Sekali lagi...(kawit mau sekali lagi terus)..ini cuma usulan Bro...terserah mau diterima atau tidak. Bukankah usulan, saran, kritik atau bahkan perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam sebuah Komunitas? Sing penting...meminjam semboyane The Jack Mania : Lo asik, Gue nyante. Lo usik, Gue bantai. Jangan sampai perbedaan pendapat mengusik kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik di Blog ini pada khususnya dan Komunitas kita pada umumnya (jebulane malah nyong sing mengusiknya ya ? hehehehe...) Dan aku juga mohon maaf kalo cara penyampaianku mungkin kurang berkenan bagi teman-teman semua. Sorry ya Pren...sing penting maksude apik ikih.
Terimakasih buat Boss Parmin dan si Triwis (buat segala kerepotannya), Anti (buat semangatnya), Yani Mangil yang cantik (buat supportnya), Ndari yayange Andut (buat Muksinnya), Susy (buat keberaniannya), Taufik & keluarga (buat kedatangannya), Evi Romli (buat air zam-zamnya) dan semua temen-temen yang sudah pada masuk (buat inspirasinya). Spesial buat Zulaikhaw (tingkyu, tingkyu, tingkyu) dan buat teman-teman yang belum pada masuk, buruan kirim tulisanmu, bentar lagi mau kiamat, ntar ndak sempat kebaca....!!!
Penutupe pada karo sing mbiyen bae lah, biar jadi ciri khas...
"Mungkin hanya catatan pinggir jalan seperti ini yang bisa aku sampaikan. Sukses dan maju
terus Komunitas88. Sekali layar terkembang, surut berpantang."
Wassalam...
ANDI SETYAWAN
Kelas IA, IIA, IIIA..pkoke A terussss......
andi_dewok@yahoo.com

1 komentar:

Anonim mengatakan...

KULA NUWUN...
Kula Susi SI ID IID IIID.
Wheleh.... jurangan Andi bener-bener tanggap sasmita. Idenya temenan mengguncang sanubari. Satu point penting yang beliau gagas yaitu: geneya kita tak pernah tergerak untuk melaksanakan ide kecil. Ing atase jagoan 'ora urusan' (kecuali soal manuk dan gaweyan, kok bisa mikir sampe segitu.

Hek ekh... jadi ingat sepenggal adegan sinetron Para Pencari Tuhan 2. Si Tora Sudiro si bahar pelaut mendeman di situ, tapi kok malah ia yang menunjukkan bahwa kiblat mushola di situ melenceng. Apa katanya ketika digugat? ia bilang karena yang waras lupa pada esensi ibadah, sehingga Tuhan mengutus "miras mania" untuk meluruskannya.


Coba kita renungkan sepenggal syair paman doblang berickut ini:
Paman Doblang paman Doblang
Apa katamu?

Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari

Kesabaran adalah bumi
Adalah bumi adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala
Menjadi cakrawala menjadi cakrawala

Dan perjuangan
Adalah pelaksanaan kata kata
Adalah pelaksanaan kata kata


Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari

Wahai juragah.... perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata (dan tulisan di blog)