
Awalnya ada sms dari jeng Anti bukan sms ding tapi bussines card tertulis “sigit herry”, buru-buru aku save di memory langsung saja aku telp, dalam benakku ya sigit hery alias sigit hery nugroho alias “majenun” yang sok “hermawan” keeper kebanggaan team nas kita kala itu kebetulan si “majenun” ini andalan keeper team smpn 1 bara.
Tapi ketika suara di ujung line sana terdengar eh ternyata bukan “si majenun” ternyata sigit “mahlani” alias sigit harjono hehehe… alhamdulillah karena cerita punya cerita sigit tinggal di kabupaten kotabaru kalsel yang artinya satu kabupaten donk dengan aku… sampai akhirnya kita ketemuan di warung makan “barokah” usut punya usut sudah setahunan sigit “mahlani” pernah juga aktif di Project PNPM Mandiri di kecamatan kelumpang hulu kabupaten kotabaru wow!! Berarti tempat dimana sekarang aku berdomisili di sebuah Kebun Kelapa sawit di desa Batulasung kecamatan kelumpang hulu kabupaten kotabaru….. namun setahunan di satu kecamatan gak juga pernah ketemu baru akhirnya setelah sigit “mahlani” mengajukan pindah ke kotabaru baru ketemuan…
Suatu saat aku lagi di perjalanan dengan mobil kantor kebetulan saat itu aku putar radio mobil di gelombang SKB FM (suara kotabaru fm radio) loh kok penyiarnya aku seperti kenal betul dengan voice tersebut dan ternyata itu voice nya “sigit mahlani” langsung saja aku sms wow lagi “on air “ ya? Langsung dech aku di “senggol” dan driver di sebelahku pun kaget “lho pak itu nama sampeyan, sampeyan kenalkah lawan penyiarnya?” kata driver di sebelahku akupun langsung menimpali dengan bahasa “banjar” pula “inggih bujur penyiarnya itu kawan ulun kawan bahari kawan nang smp bedahulu” hehehe itu sepenggal percakapan “banjar” bukan bahasa banjarnegara yang ngapak2 tapi itu bahasa banjarmasin hehehe…… Aku orang banjarnegara merantau ke banjarmasin, istriku orang kotabaru jambi eh rencana bulan juni nanti mau nyusul tinggal di kotabaru juga tapi kotabaru kalsel…. “dari banjar ke banjar dari kotabaru ke kotabaru”…
Ternyata di kom88 ada banyak sigit…. Ada sigit hasto yuwono alias sigit “mak lampir” ada sigit dwi sasongko alias “sigit tjun” karena putra dari pak Tjundaroso ada sigit harjono alias “sigit mahlani” karena rumahnya dekat jendral mahlani dan ada sigit yang masih hilang belum ketemu rimbanya sigit hery nugroho alias sigit “majenun” yang sok keren sok hermawan dan banyak lah kenangan dengan sigit “majenun” bersama amin “sipek” yang di papua dan murdiono “murdok” yang katanya sekarang jadi petani sukses di wanayasa di desa sibebek…
Demikian sepenggal memory tentang ada banyak sigit di kom88 kita tercinta…..
BOWO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar