Rabu, 13 Mei 2009

Spirit of Care ?


Sepertinya tepat, jika bersamaan dengan posting Sun Mas, pengelola blog juga menyematkan pearls wisdom :

"We have love, but no arrogance arises from it. We give, but no return of favor is ever sought."

Secara bebas aku terjemahkan begini :

Semangat kepedulian itu seharusnya muncul  karena memang sudah saatnya muncul, bukan rekayasa atau mengada-ada. Dia tumbuh dari kedalaman rasa yang luhur, sebuah "tempat" yang penuh energi positif, tanpa kecuali. Dimana dari tanahnya tumbuh pohon-pohon kasih yang tak terkotak-kotak, tak terpetak-petak. Kasih yang muncul bukan karena satu komunitas, status pekerjaan, status sosial,  persamaan sejarah dsb. Tapi kasih dan kepedulian yang muncul dengan sewajarnya,karena kita sebenarnya adalah gudang kasih.

Secara lebih luas, kasih itu tumbuh/ muncul bukan karena satu/ beberapa "tujuan" tapi dia tumbuh dan muncul tanpa pamrih...kasih yang tidak  tahu bahwa dia adalah kasih.Sehingga kasih itu bisa meluas, meluap kemana-mana. Dia tak memandang perbedaan/ persamaan. Tak berusaha mengetahui yang dekat dan yang jauh...semua sama saja...sama-sama mendapatkan porsi kasih yang sama. Kasih itu muncul tanpa perhitungan matematika atapun senyawa kimia, apalagi biologis dan fisis. Kepedulian itu tak mengenal strata, kedewasaan, apapun... dia ada untuk dinikmati. Dia ada untuk siapa saja... tumbuhan... hewan... manusia.. apa aja, tanpa kecuali.

Mungkin itulah gambaran Spirit of Care dalam benakku saat ini. Entah nanti, esok atau lusa...entah (kaya Iwan Fals pa ya?)

Jika sampai pada tahap seperti ini, maka akan berlaku hukum "Ketika tangan kanan kita memberi, maka tangan kiri kita takan pernah melihatnya."

Edaen kayakuweh ya.....?

sanyra custy

Tidak ada komentar: