
Assalamu’alaikum.Wr.Wb…..
Pertama aku mau nanggepin tulisane Bangun. Aku mw klarifikasi neh, kaya’ne Bangun asal nuduh deh. Perasaan, aku nggak pernah jadi ketua kelas IIIC loh ??? Kalo nggak salah yang jadi ketua kelas tuh, Andreas apa sapa ya ? Tapi, bukan aku (sungguh pak, kalo nggak percaya silahkan di geledah….???? Kalo sodara Bangun ngeyel, mohon hadirkan saksi yang memperkuat pernyataan & tuduhan anda, hehehe….)
Selain klarifikasi diatas, yang kedua aku mw nanggepin tulisane pak Andi (Yaqin, aq gumun banget, ing ngatase “seorang” Andi sampe’ mau dan tergerak untuk nulis di komunitas ini). Mbokan dalam persepsiku tuh Andi adalah makhluk yang super cuek dengan urusan begini-beginian (soorry pak, bukan mendiskriditkan tapi aq pancen ora patiya mengenal secara mendalam diri dan pribadimu…wekekeks…, kayane omong-omongan karo njenengan be mbuh wis tau apa urung ya ???). Tapi, aq setuju banget sama pernyataan Andi yang melontarkan pertanyaan apakah komunitas ini hanya sekedar wadah bernostalgia dan curhat-curhat , Andi said “setelah kita nongkrong disini, ngobrol ngalor ngidul, berbagi cerita dan bertukar pikiran, terus "arep ngapa?" Barji barbeh bali dewek-dewek atau ada hal lain yang bisa kita lakukan bersama-sama?”
Kudune jawabane : Pastinya ada sesuatu yang dapat kita manfaatkan dari komunitas ini.
Nah, secara…gitu loh… aq ini senajan berprofesi sebagai “tukang adol abab”, tapi dalam diriku mengalir deras darah pedagang (nggak pake Kaki Lima loh…). Jadi, sebetulnya menurut “endus-endus”ku sebagai turunan bakul, komunitas ini bisa jadi salah satu sarana untuk menemukan “Rejeki”, Apalagi kaya’nya aq pernah dengar sebuah hadits ada yang menyebutkan bahwa salah satu manfaat silaturrahmi adalah menjadi suatu sarana yang dapat menambah rejeki (materi maupun non materi). So, selain bisa saling silaturahmi secara on line, disini kita juga bisa saling berbagi info barang/jasa yang kita miliki. Ada yang membutuhkan, ada yang menjual, ada yang menyalurkan. Jadi, bagi yang berminat untuk bertransaksi, atau mempunyai komoditi yang mungkin bisa diperjualbelikan, tidak usah ragu dan malu untuk menawarkannya di komunitas ini. Siapa tahu, ada diantara anggota komunitas ini yang bisa dan berminat untuk menjadi menjadi “Pengedar” (maxude: agen/dealer/distributor/perantara/makelar) Demikian juga, misalnya ada yang membutuhkan “sesuatu”, mungkin komunitas ini bisa menjadi sarana atawa perantara terciptanya komunikasi dan selanjutnya transaksi yang saling menguntungkan (atau saling membantu). Apalagi, anggota komunitas ini juga tersebar tidak hanya antar kota antar propinsi (kaya’ tulisan nang Bis – bis kae loh…), tapi juga antar pulau, jadi kemungkinan perbedaan pasokan dan kebutuhan komoditi sangat berragam, dan sangat terbuka peluangnya.
Yupp…!!! Mudah-mudahan ide ini ada yang menanggapi, dan bisa semangkin mempererat tali silaturahmi diantara kita. Tapi, bole sengtuzu, ndak sengtuzu ‘pun juga bole’…., hidup para bakul !!!
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
YulaikhaW
2 komentar:
Wah...mungkin ANDRIAT, bukan ANDREAS Yul...trus tentang Andi...akeh balane sing ra percaya juga, termasuk ANDI sendiri. He.he..
Aristri
Ya ding bener si Yuli bukan ketua kelas tapi sekretaris, kayane ketua kelas bukan andreas tp Edy Andreat, karena nyong juga 3c oke aku dukung kesaksian Yulekhah...
BOWO paling BAGUS
Posting Komentar