KLILAN...! Sekian lama diriku ndhekem, tapa brata menghadapi bharatayudha di pawiyatan inggil, agar bisa jadi bethari susi sing paling gedhi tapi baik hati dan pernah menthili. Semoga semua sehat wal afiat, waras, wiris, wareg dan wutuh. Daku merasa belum seberapa dalam hal olah pikir dan olah bathin dibandingkan dengan teman-teman. Itu karena daku sedang menambal dan menyulam intelektualitas sehingga cuma bisa membaca dan memandangi saja blog ini. Belum bisa berbuat apa-apa.. Semoga saja... nanti daku bisa berbuat lebih banyak untuk komunitas ini.
Daku salut dan bangga dengan ide-ide cemerlang temen-temen. Mulai yang pengin bantingan seperak rong-perak, yang menggugah kepedulian, yang pengin dodolan, yang pengin buka account di bank, dan pengin-pengin lainnya. Menurutku, ide-ide itu bagus. Tentunya akan lebih bagus jika bisa terwujudkan dan tidak berhenti sebagai sekedar kepenginan. Enggane cuma sekedar wong ingin, wah sama saja seorang bakul berniat dodolane ora payu.
Daku juga terperanjat dengan ide kepedulian bos Andi. Ing atase kita semua tahu betapa cuek, jutek, dan gokilnya Si pencetus. Bak gunung meletus menggelegar.... ia mencuatkan ide yang begitu tajam hingga mampu menusuk ruang bathinku yang lumayan ndableg. Kita sebenarnya mampu lho untuk melakukan ide itu.. tapi kenapa belum kunjung menyata...? Ada apakah gerangan? Mungkinkah kita terkendala waktu? Ataukah karena kita hanya bertemu di ruang maya (tak pake luna)? Alangkah trenyuhnya daku jika kendala kita itu menumbalkan seorang teman yang diminta untuk memenuhi hasrat kangen kita sehingga dia harus feeling lonely and disappointed.
Mungkin kita memang perlu set back. Dulu kita berkesempatan ketemu di jagat nyata dan rasa kangen dilanggengkan melalui blog ini. Apakah memang blog ini hanya sekedar untuk ketemu kangen? Jika iya, apa fungsi ide-ide itu berparade di sini? Kalau bukan... mari kita rumuskan kembali niat dasar kita semua kumpul di blog ini. Daku percaya, pasti kita ingin berbuat sesuatu agar kita tetap bermanfaat.
Bantingan seperak rong perak.. hem... ide bagus. Selanjutnya, fulus itu untuk apa? Kalau sudah ngumpul (sekarang kan belum nih) pasti banyak lagi pengin-pengin yang lain. Buat Qurban? Eeemmm mungkin tepatnya shodaqoh ya. Kan Qurban ada aturan mainnya yang tidak sederhana. Nah, kalau shodaqoh, tentunya bisa setiap saat. Kepada siapa? Adakah temen-temen kita yang perlu dishodaqohi? jangan sampai tiwas kita sudah move ke luar, jebul temen kita ada yang kapiran. Kan... piye.. gitu lho..
Cuma shodaqoh? Rasanya ganjil juga. Kita kan kumpulan beragam manusia-manusia dengan potensi yang khas. Ada yang bisa ini dan bisa itu dengan segala kelebihannya, termasuk kelebihan berat badan kaya daku (satu-satunya nilai lebih milik daku). Masalah selanjutnya adalah... kapan kita melakukannya? Apakah harus kita, ataukah cukup daku dan si anu sebagai representasi komunitas ini? Kalau ada deal, why not?
Daku cuma punya satu sumbangan pemikiran. Sesederhana apapun ide itu, tak berarti tanpa tindakan nyata. Kita bisa ini dan bisa itu, dan salah satu yang bisa mengantarkan kita pada tindakan nyata adalah kebutuhan. Kita butuh (bukan pengin) berbuat sesuatu, sesederhana apapun. Tentunya kita mewujudkannya setelah kita tetapkan waktunya. Oleh karena itu, mari dari saat ini kita lontarkan berita "eh si anu, teman kita, tetangga kita, lingkungan kita atau disekitar kita ada yang butuh ini! Mari kita bantu".
Agus Idwar, personel nasyid SNADA bernah bersajak:
Waktu kecil, aku ingin mengubah dunia, tapi aku kecewa karena dunia tak kunjung berubah. Ketika remaja aku ubah niatku. Aku ingin mengubah negara, tapi aku juga kecewa karena negaraku tak kunjung berubah. Di masa tua, aku ingin mengubah keluargaku, tapi aku juga kecewa karena mereka tak mau berubah. Diambang ajalku, baru aku sadar. Sandainya di masa kecil aku ingin mengubah diriku sendiri, aku pasti bisa menjadi teladan bagi keluargaku. Dan dengan dukungan mereka, aku bisa mengubah negara, bahkan tak mustahil mengubah dunia.
Sajak itulah yang oleh AA Gym dirumuskan dengan 3M: Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dengan hal yang paling sederhana, dan Mulailah dari SEKARANG.
Ayo teman.... kita perjuangkan komunitas kita sebagai komunitas nyata, tak cuma di dunia maya. Ini wasiat PAMAN DOBLANG untuk kita:
Paman Doblang paman Doblang
Apa katamu?
Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Adalah bumi adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Menjadi cakrawala menjadi cakrawala
Dan perjuangan
Adalah pelaksanaan kata kata
Adalah pelaksanaan kata kata
Kesadaran adalah matahari
Adalah matahari adalah matahari
- Lam maniz buat: Ristri (Maju terus kang!) buat Andi (Aku berani karena kamu,dan kamu spektakuler) buat mbak you Anti(Dua jempol ke atas 4u), buat IdaSep (sukses di depanmu), buat nDari ( Yang terbaik dari Tuhan, kadang buruk di mata manusia), EviRita (Dibalik kehebatan keluarga, ada kamu), buat Farid (tetap semrinthil ya), buat Mamal, Andut, EviErmina, Tuti dan semuaaaaaaaaaanya (daku kangeeeeeen sama kalian, kalian semua huebattt..!.) Nurbuat Srimulat (kamu lucu deh).
SUSY bukan similikiti apalagi weleh-weleh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar